Makam Pahlawan Syahid Lapan adalah sebuah situs bersejarah yang terletak di Cot Batee Geulungku, Kecamatan Simpang Mamplam, Kabupaten Bireuen, Aceh. Makam ini menjadi simbol perlawanan gigih delapan pahlawan Aceh yang gugur dalam menghadang pasukan Belanda.
Latar Belakang Sejarah
Pada masa penjajahan Belanda, Aceh dikenal sebagai daerah yang memiliki perlawanan kuat terhadap kolonialisme. Banyak pejuang Aceh yang berani mempertaruhkan nyawa demi mempertahankan tanah air mereka. Salah satu peristiwa heroik terjadi di Cot Batee Geulungku, di mana delapan pahlawan Aceh menghadang pasukan marsose Belanda yang berjumlah 24 orang dengan persenjataan lengkap. Meskipun hanya bersenjatakan pedang, semangat juang yang tak gentar membuat para pejuang Aceh berhasil menewaskan seluruh pasukan Belanda tersebut. Namun, tanpa disadari, pasukan bantuan dari Jeunieb datang menyerang. Para pejuang gugur di tempat itu, dan tubuh mereka dicincang oleh musuh sebelum dikuburkan dalam satu liang. sekilasaceh.co
Para Pahlawan yang Dimakamkan
Makam ini dikenal sebagai tempat peristirahatan terakhir bagi delapan pahlawan Aceh, yaitu:
-
Tgk Panglima Prang Rayeuk Jurong Binje
-
Tgk Muda Lem Mamplam
-
Tgk Nyak Balee Ishak Blang Mane
-
Tgk Meureudu Tambue
-
Tgk Balee Tambue
-
Apa Syehk Lancok Mamplam
-
Muhammad Sabi Blang Mane
-
Nyak Ben Matang Salem Blang Teumulek
Kisah mereka terukir abadi di dinding makam, mengisahkan perjuangan melawan pasukan Belanda yang terjadi ratusan tahun silam. sekilasaceh.co
Mitos dan Tradisi di Sekitar Makam
Bagi banyak pelintas, makam ini bukan hanya tempat ziarah. Ada sebuah mitos yang berkembang di masyarakat sekitar, bahwa para pengguna jalan yang tidak berhenti dan memberi sedekah di makam ini akan mengalami hambatan dalam perjalanan. Tradisi memberikan sedekah di Makam Syahid Lapan sudah berlangsung lama, dan pengelola makam telah menyediakan celengan beton berbentuk rumah mini di depan area makam bagi mereka yang ingin memberikan sumbangan. sekilasaceh.co
Pengelolaan dan Pengembangan Makam
Seorang pengelola Makam Syahid Lapan, Firman, menjelaskan bahwa dana dari sumbangan ini telah digunakan untuk membangun masjid di sekitar makam. Masjid tersebut dibangun agar para pelintas bisa beristirahat dan beribadah dengan nyaman. Kepala Dinas Pariwisata Aceh, Almuniza Kamal, menegaskan bahwa pemerintah gencar mempromosikan objek wisata religi ini ke berbagai daerah di luar Aceh. Pemerintah melihat Makam Syahid Lapan sebagai aset penting dalam pengembangan pariwisata edukatif di Provinsi Aceh. sekilasaceh.co
Potensi Wisata Religi dan Edukasi
Selain berziarah, wisatawan yang berada di Bireuen juga dapat mencicipi penganan khas seperti pulot ijo yang dijual tak jauh dari lokasi makam. Makam Syahid Lapan bukan hanya menjadi tempat untuk mengenang para pahlawan, tetapi juga sebagai destinasi wisata religi dan edukasi yang menawarkan pengalaman unik bagi para pengunjung. sekilasaceh.co
Penutup
Makam Pahlawan Syahid Lapan adalah bukti nyata dari semangat juang dan pengorbanan para pahlawan Aceh dalam melawan penjajahan. Sebagai generasi penerus, sudah sepatutnya kita menghormati dan mengenang jasa-jasa mereka dengan menjaga dan melestarikan situs-situs bersejarah seperti ini. Dengan demikian, nilai-nilai kepahlawanan dan cinta tanah air akan terus terpatri dalam sanubari bangsa Indonesia.